Sekda Kepri Ingin Perhelatan Tamadun Melayu 2017 diselenggarakan dengan Meriah

    Selasa, 24 Oktober 2017 : Oktober 24, 2017

    BERINDONEWS.COM, Tanjungpinang - Sekretaris Daerah Provinsi Kepri H. TS. Arif Fadillah mengajak seluruh panitia penyelenggara perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa tahun 2017 merapatkan barisan guna mensukseskan agenda yang memiliki nilai yang luar biasa dan merupakan identitas Kepri yang berbasis Melayu.

    “Diharapkan Partisipasi dari semua pihak baik dari panitia juga Kabupaten dan Kota lainnya, kami dari Provinsi siap membantu serta mendukung penuh segala bentuk inovasi dan kreasi yang ditunjukan untuk memeriahkan kegiatan ini ,” ujar Sekda Arif saat memimpin rapat persiapan perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa Tahun 2017 yang rencananya akan diselenggarakan di Kabupaten Lingga.

    Rapat ini sendiri berlangsung di Rupatama Lt.4 kantor Gubernur, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Selasa (17/10).

    Sekda melanjutkan bahwa saat ini dan kedepan salah satu yang menjadi fokus Pemerintah adalah mendorong potensi wisata dan budaya di Kepri khususnya mengangkat khasanah budaya Melayu, maka peran perhelatan Tamadun Melayu ini sangat penting salah satunya untuk menegaskan budaya melayu sebagai identitas Kepri yang kelak secara perlahan terus di promosikan kepada masyarakat baik dalam maupun luar daerah hingga ke dunia internasional sebagai eksistensi yang melekat.

    “Selain penegasan kembali budaya melayu di Kepri juga dapat meningkatkan potensi pariwisata dan mengundang banyak wisatawan yang akan datang,” lanjut Arif.

    Bupati Lingga Alias Wello dalam paparannya mengatakan bahwa yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ini adalah terinspirasi dari Daik Lingga yang mana menjadi pusat kerjaaan melayu di masa lalu dalam rentang yang cukup lama yakni selama 114 Tahun.

    Dengan rentang yang panjang tersebut serta dengan segala dinamika yang telah di alami maka peradaban yang dimiliki ini harus dapat di angkat kembali kejayaan nya agar dapat terus dikenal seluruh lapisan masyarakat baik dalam maupun luar daerah.

    Adapun pelaksanaan perhelatan Tamadun Melayu antar Bangsa Tahun 2017 akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari pada 17-26 November mendatang berlokasi di Daik dan Dabo, sempena pula dengan perayaan hari jadi ke-14 Kabupaten Lingga serta menyongsong Sultan Mahmud Riayat Syah (SMRS) dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional dan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

    “Pada tiga minggu yang lalu saya berkesempatan menghadap beliau di Istana Wakil Presiden, dan Bapak JK tertarik dengan paparan yang saya sampaikan dan menyatakan diri untuk dapat hadir pada perhelatan Tamadun Melayu nanti,” ujar Alias Wello.

    Selain itu Alias Wello juga berharap kedepan setelah pelaksanaan kegiatan ini kejayaan imperium melayu dapat di jadikan referensi nasional, untuk mewujudkan hal tersebut diharapkan Kepri memiliki Sekretariat Kelembagaan nya sendiri, kedepan yang tentunya harus terdesign dan termanage dengan baik.

    Dalam pada itu Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri Abdul Razak mengatakan bahwa saat ini pihak LAM juga akan menggelar iven festival lagu tari Melayu dan secara kebetulan juara tahun lalu adalah Kabupaten Lingga dan berhak menjadi tuan rumah tahun ini, jadi dengan adanya perhelatan Tamadun Melayu agar dapat dimasukan kedalam agenda tersebut dan dijadikan rangkaian dalam memeriahkan iven.

    “Selanjutnya untuk rencana memberi gelar adat kepada Wakil Presiden RI pun kita sudah mengadakan pertemuan dan rincian kegiatan juga telah disusun dan akan kita koordinasikan kepada Kabupaten Lingga,” ujar Abdul Razak.

    Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Kepri Hanafi Ekra, Asisten I Kota Tanjungpinang Ahadi, Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga Muhammad Ishak, Sastrawan Melayu Rida K Liamsi, Ketua BP3KR Huzrin Hood beserta tamu undangan lainnya. (hms/bn)

    Saat ini 0 komentar :

Sorot

TERKINI
Copyright © 2017 BERINDONEWS.COM - All Rights Reserved | Support by: Indo Tema