![]() |
| Foto: Situasi korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard di Rumah Sakit Aini, Batuaji, Batam, Jumat (6/3/2026). |
Batam, berindonews.com – Insiden kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal (shipyard) PT ASL Shipyard Indonesia, Tanjung Uncang, Kota Batam kembali terjadi. Kali ini korban dikabarkan 3 orang pekerja meninggal dunia. Ketiga korban dilarikan ke RS Aini Batu Aji, Batam, Jumat 6 Maret 2026, Pukul 17:14 WIB.
Informasi yang dihimpun wartawan di rumah sakit Aini, didepan ruang jenazah, salah seorang warga mengatakan, jenazah korban kecelakaan kerja diantar mobil Ambulance ke RS Mutiara Aini.
“Kecelakaan kerja terjadi di kawasan PT ASL, sekitar pukul 16.00 WIB. Tiga orang pekerja diduga meninggal dunia. Para korban langsung dilarikan ke RS Mutiara Aini Batu Aji untuk penanganan lebih lanjut dan keperluan proses otopsi” ucapnya, Jumat (6/3/2026).
Lebih lanjut, informasi yang diperoleh wartawan, korban diduga meninggal akibat tenggelam dalam sebuah insiden yang melibatkan kapal kerja di area galangan kapal. Bahkan Kemudian kapal tersebut informasinya tenggelam di lokasi kerja, Namun hingga saat ini kronologi pasti kejadian masih belum dapat dipastikan kebenarannya.
![]() |
| Foto: situasi kejadian dilokasi kawasan PT.ASL shipyard Indonesia, tanjung uncang, Kota Batam |
Terjadinya peristiwa kecelakaan kerja di Kawasan PT ASL Batam menjadi sorotan serius terhadap penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) khususnya Shipyard. Pasalnya, kejadian tersebut bukan yang pertama terjadi, tetapi beberapa kali terjadi insiden yang menyebabkan korban jiwa di lingkungan kerja PT ASL Shipyard.
Diketahui, Sepanjang tahun 2025 hingga 2026, peristiwa kecelakaan kerja sudah beberapa kali terjadi insiden mengakibatkan korban jiwa, Sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengawasan keselamatan kerja di lingkungan industri PT ASL.
Dengan peristiwa ini, Diminta aparat penegak hukum dan instansi ketenagakerjaan untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan penyebab kejadian serta mengevaluasi penerapan sistem keselamatan kerja di perusahaan tersebut.
Hingga berita ini dipublish, Keluarga korban belum dapat dikonfirmasi ketika di ruang jenazah RS Mutiara Aini, selanjutnya, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan dan dinas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). (Red)

