Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tambang Pasir di Teluk Mata Ikan Turut Memperparah Kerusakan Lingkungan

Jumat | April 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-10T15:07:18Z
Foto: Tambang pasir milik Rambe yang disebut-sebut Oknum anggota dikawasan teluk mata ikan, sambau, Kecamatan Nongsa.

Batam, Berindonews.com - Perusakan lingkungan dari tambang pasir darat ilegal sampai penghancuran hutan mangrove semakin masif terjadi di Pulau Batam, Kepulauan Riau.


Hal tersebut terlihat di penambangan pasir darat di Teluk Mata Ikan, Nongsa, Kota Batam. Aktivitas penambangan pasir ini menimbulkan banyak lumpur dan memenuhi lingkungan sekitar.


Selain itu, dampak penambangan pasir ini juga menimbulkan banyak lobang galian. Ironisnya, aktivitas tambang pasir tersebut tidak jauh dari Markas Polda Kepri.


Hasil pengamatan wartawan, pada hari Jumat (10/4/2026), aktivitas penambangan pasir di lokasi Teluk Mata Ikan ini menggunakan mesin sedot jenis Dongpeng. 


Selanjutnya melalui pipa paralon pasir diarahkan menuju tempat penampungan sementara, yang digunakan sebagai tempat untuk memisahkan pasir dari tanah.


Setelah material pasir terkumpul, pasir pasir ini terlihat diangkut menggunakan dump truk, yang kemungkinan akan didistribusikan ke berbagai pasar di Kota Batam.


Salah seorang pekerja tambang pasir di lokasi mengatakan, bahwa tambang pasir dimana ia bekerja milik Rambe yang diduga sebagai oknum anggota.


"Ini tambang pasir milik bang Rambe," ujarnya singkat. 


Padahal lokasi tambang pasir di Teluk Mata Ikan ini, baru baru ini pernah diterbitkan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan Kawasan BP Batam.


Sebanyak 200 personel gabungan dari Ditpam, Lanud Hang Nadim, Polsek Bandara, Kodim 0316 dan Pengelola Kawasan Bandara BP Batam diturunkan untuk penertiban lokasi tambang pasir tersebut.


Namun tak berapa lama usai dilakukan penertiban, para pelaku penambangan pasir diduga ilegal tersebut kembali beroperasi. 


Terkait kegiatan ini Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan, Mujiyono, belum dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan terkait kegiatan ini.(Tim)

×
Berita Terbaru Update