Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Arlon Veristo: Pembangunan Infrastruktur dilahan Kosong Kemenag Batam itu diluar Nalar

Rabu | Maret 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-25T10:47:16Z

Foto: Lokasi lahan kosong Kemenag yang sudah disemenisasi, namu lahan tersebut masih 90% tak berpenghuni 
Batam, Berindonews.com - Proyek pembangunan infrastruktur jalan dan drainase dilahan kosong milik Kementerian Agama Kota Batam, yang dikerjakan pada akhir Desember 2024 lalu, oleh pihak DBMDSDA Kota Batam mendapat perhatian dari anggota Komisi III DRPD Kota Batam, Arlon Veristo.


Anggota Komisi III DPRD Kota Batam dari Partai NasDem ini menilai, ada kejanggalan dalam pembangunan infrastruktur jalan dan drainase dilahan kosong milik Kementerian Agama Kota Batam tersebut.


Arlon Veristo juga sempat menjelaskan, bahwa memang ada beberapa bentuk program pemerintah yang bertujuan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan drainase diantaranya:


1. Pembangunan melalui Renja atau Rencana Kerja Dinas Terkait, 2. Pembangunan PSPK Tingkat Kelurahan.

3. Pembangunan berdasarkan usulan Pokir atau Pokok Pikiran Dewan.


"Saya tidak tahu legalitas yang dimaksud ini apakah sudah jelas atau bagaimana. Bisa saja itu diperumahan milik Kemenag selama itu usulan alokasinya sudah resmi. Artinya statusnya sudah jelas," jelas Arlon Veristo pada hari Senin (16/3/2026) lalu.



Ketika ditanya soal Renja atau Rencana Kerja Dinas atau regulasi awal pengajuannya seperti apa, Arlon Veristo memaparkan, bahwa Renja dapat dilakukan berdasarkan usulan dari masyarakat ataupun usulan dari dinas terkait.


"Jadi begini, kalau dari usulan masyarakat bisa, usulan dari dinas terkait juga bisa. Contohnya dari perumahan yang disebutkan milik Kemenag, bisa juga. Usulan dari dinas instansi terkait, contohnya dari Kapolres, dari Kejaksaan, dan dari Lapas juga bisa. Kalau nominalnya besar itu memang Renja rata-rata," jelasnya.


Katanya lagi, "Terkait skala prioritas, kalau Renja itu dia bisa kecil bisa besar. Tapi kebanyakan nominalnya besar, kalau di DPRD kita ada batasan. Artinya kita bagi-bagi perkelurahan, per RT, RW, tidak bisa banyak-banyak, contohnya 100 meter, paling itu," paparnya.


Tidak sampai disitu, Arlon Veristo juga turut menyoroti pembangunan jalan dan drainase dilahan kosong milik Kementerian Agama Kota Batam, yang setelah dua tahun pembangunan tidak pernah dilalui warga, karena selain belum berpenghuni, jalan tersebut juga tidak memiliki akses penghubung kejalan lain mana pun disekitarnya.


"Kalau pendapat saya itu hal yang diluar nalar juga, dimana lahan yang belum banyak penduduknya kok sudah dibangun. Cuma kita telusuri dulu dasarnya itu apa? Coba konfirmasi sama dinas terkaitlah, contohnya Dinas Bina Marga, artinya biar dua arah."


"Bilang saja anggota Dewan mempertanyakan pengecoran jalan dilokasi yang masyarakatnya belum ada. Karena lucu dan aneh saja, kenapa diperumahan yang belum ada warganya atau masyarakatnya kok jalannya sudah diseminasi," tutup Arlon Veristo


Sebagaimana dikatakan oleh Arlon Veristo untuk mempertanyakan urgensi dari pembagunan Infrastruktur dilahan kosong milik Kemenag Kota Batam tersebut, dinas yang dimaksud atau Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam yang baru, belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan.


Sementara itu Suhar, ST., M.PWK, atau selaku mantan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, atau saat dilaksanakannya pembangunan infrastruktur dilahan kosong milik Kemenag Kota Batam tersebut, belum sedikitpun mau memberikan keterangan setelah beberapa kali dikonfirmasi oleh wartawan.(Tim)

×
Berita Terbaru Update