Batam, Berindonews.com - Pengerjaan semenisasi melalui program Penunjangan Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, diduga dikerjakan tanpa mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan semenisasi.
Pantauan wartawan, Jumat (24/4/2026) terlihat pelaksanaan pengecoran dilakukan tanpa menggunakan plastik wermes atau alas cor, dan tidak menggunakan tahu beton/fecking, yang berfungsi untuk memastikan besi tulangan tidak menempel langsung ke tanah.
Dikutip dari berbagai sumber, penggunaan plastik cor berguna untuk mencegah air semen meresap langsung ke dalam tanah. Jika air semen terserap, beton akan kekurangan air, mengakibatkan beton menjadi keropos, lemah, dan mudah retak.
Selain itu, Alas plastik berfungsi untuk menjaga kelembaban agar beton tidak kering terlalu cepat, yang mencegah keretakan dini dan mencegah tercampurnya Beton dan Tanah.
Plastik juga menjadi pembatas (lapisan pemisah) agar coran bersih dari kotoran tanah atau material organik yang bisa menurunkan kekuatan beton.
Lebih lanjut, fungsi penggunaan tahu beton (beton decking) juga cukup krusial dalam proyek semenisasi atau pengecoran adalah menciptakan selimut beton yang konsisten, menjaga jarak ideal antara besi tulangan dan bekisting/tanah.
Hal ini bertujuan mencegah besi berkarat (korosi), memastikan kekuatan struktur lantai, dan mencegah besi turun saat pengecoran.
Berikut rincian fungsi tahu beton:
menjaga Ketebalan selimut beton: memastikan jarak yang seragam antara besi tulangan dengan permukaan terluar beton sesuai perencanaan teknis.
Melindungi besi dari korosi: menjaga besi tulangan tidak langsung terpapar udara atau tanah, sehingga mencegah karat yang dapat melemahkan struktur.
Penahan jarak (Spacer): berfungsi sebagai penopang anyaman besi tulangan agar tidak bergeser atau turun ke dasar bekisting selama proses pengecoran.
Kekuatan Struktur: Memaksimalkan kekuatan dan umur pakai beton (durabilitas) dengan posisi tulangan yang tepat.
Atas adanya dugaan ketidak sesuaian pelaksanaan teknis kegiatan ini, wartawan mencoba mengkonfirmasi Kepala Puskesmas Sei Lekop, Eny Yuliawati, SKM.
Kepada wartawan Kepala Puskesmas Sei Lekop, Eny Yuliawati, SKM, mengatakan, bahwa kegiatan tersebut menggunakan jasa konsultan.
"Kami pakai konsultan perencana dan pengawas pak," jelas Eny Yuliawati, SKM, singka, Jumat (24/4/26). (Tim)
