![]() |
| Foto: PT Equator Gate System (EGS) Batam untuk mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI Data Center) di kawasan Nongsa, Kota Batam. |
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang menjadi fondasi penting bagi pengembangan salah satu proyek infrastruktur digital terbesar di Indonesia.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, menyambut baik komitmen investasi yang digelontorkan untuk pembangunan EGS AI Data Center. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas pusat data berteknologi tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional.
“BP Batam menyambut baik komitmen investasi megaproyek EGS AI Data Center di Nongsa. Ini bukan hanya tentang pembangunan data center, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat dan berdaya saing,” ujar Li Claudia Chandra.
Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur energi menjadi salah satu faktor utama dalam menarik investasi sektor teknologi dan digital. Karena itu, keandalan pasokan listrik menjadi elemen penting dalam mendukung operasional pusat data yang membutuhkan tingkat stabilitas energi sangat tinggi.
Selain memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi.
“Kesiapan energi merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi di Batam, khususnya untuk sektor berbasis teknologi dan digital. Kami ingin menunjukkan bahwa Batam siap menjadi pusat pengembangan data center dan ekonomi digital di kawasan,” katanya.
Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, mengatakan kerja sama tersebut memiliki arti strategis dalam mendukung transformasi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital dan kawasan investasi teknologi di Indonesia.
Menurutnya, PLN Batam tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga menjadi mitra strategis yang memastikan kebutuhan energi bagi industri digital dapat terpenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini bukan sekadar penyediaan tenaga listrik, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus komitmen bersama dalam membangun ekosistem digital yang kuat di Batam. PLN Batam hadir untuk memastikan bahwa kebutuhan energi bagi pengembangan data center dapat dipenuhi secara andal, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Kwin Fo.
Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam yang dinilai berperan penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan industri berbasis teknologi tinggi.
Sementara itu, Direktur PT Equator Gate System Batam, Efendi, mengungkapkan bahwa perusahaan akan membangun EGS AI Data Center dengan nilai investasi mencapai US$5 miliar atau setara sekitar Rp88 triliun.
Pusat data tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 30 hektare di kawasan Nongsa dan dirancang sebagai pusat pemrosesan kecerdasan buatan (AI), machine learning, serta layanan cloud computing modern yang melayani kebutuhan kawasan Asia Tenggara.
