Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ketua LPM Sei Pelunggut Minta Segera Copot Jabatan Kepala Sekolah SMKN 8 Batam Karena Terkesan Arogan

Senin | Mei 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-04T09:32:54Z
Foto: SMK Negeri 8 Batam, Kepulauan Riau

BATAM, BERINDONEWS.COM - Kebijakan Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam Sholekhah Nurul Bariyah, S.Pd, M.Ak, dalam pembentukan panitia pemilihan komite di SMKN 8 Batam, dinilai tidak berdasar dan terkesan arogan.


Berdasarkan informasi yang diterima media ini, SK kepengurusan Komite periode 2023/2026 seharusnya baru akan berakhir pada bulan Oktober mendatang. 


Mundurnya ketua komite lama dan beberapa orang pengurus komite SMK Negeri 8, menjadi dasar dibentuknya panitia pemilihan komite yang terkesan bersifat dadakan, pada hari Sabtu (25/4/26) lalu.


Karena terkesan dilakukan secara dadakan, pembentukan panitia pemilihan komite ini informasinya sampai tidak melibatkan pengurus dan anggota komite lama yang masih aktif, dan juga sebagian besar tokoh-tokoh masyarakat sekitar.


Tindakan ini dinilai sebagai sebuah sikap atau tindakan arogansi dari Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam, yang akhirnya menyeret persoalan ini kedalam konflik pendapat antar sesama tokoh-tokoh masyarakat setempat.


Dalam pemilihan panitia komite SMK Negeri 8 Batam yang dilakukan waktu itu, Leo Frengky yang merupakan Ketua Komite SD Negeri 17 Sagulung dan juga Ketua Komite di SMK Negeri 5 Batam, akhirnya terpilih sebagai ketua panitia pemilihan di SMK Negeri 8 Batam.


Namun pemilihan pengurus Komite SMK Negeri 8 Batam yang baru akhirnya batal dilakukan, karena informasinya sebelum dilakukannya pemilihan, sudah terlebih dulu terjadi kisruh ditengah-tengah peserta rapat yang hadir.


Setelah terjadi kisruh, akhirnya Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam, diketahui menghubungi Desmar Sihite dan meminta kesediaan Desmar Sihite diangkat menjadi Penjabat (PJ) di komite SMK Negeri 8 Batam.


"Kepala sekolah ada telpon saya. Ibu Kepsek bilang, agar keadaan ini tidak menjadi rancu, bagaimana kalau bapak kami angkat jadi penjabat (PJ) sampai habis masa jabatan," terang Desmar Sihite, Minggu (3/5/26) malam.


Masih menurut Desmar Sihite, bahwa keputusan untuk menjadikan Desmar Sihite sebagai PJ Komite SMK Negeri 8 Batam, tiba-tiba saja dibatalkan sepihak oleh Kepsek Nurul.


Keputusan sepihak ini semakin menunjukkan Kepsek Nurul berlaku semena-mena, arogan, dan otoriter dalam pengambilan keputusan. Sikap kepala sekolah SMK Negeri 8 Batam ini mendapat tanggapan keras dari Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut, Lam Marudut Situmorang.


Ia menegaskan agar Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam, Sholekhah Nurul Bariyah, S.Pd, M.Ak, segera dicopot dari jabatannya. 


"Menurut saya kepala sekolah SMK Negeri 8 Batam tidak menghargai tokoh tokoh masyarakat, itu yang pertama. Seharusnya pembentukan panitia ini melibatkan tokoh masyarakat dan RT/RW setempat," ujar Lam Marudut Situmorang, Senin (4/5/26) melalui sambungan telepon.


Masih kata Lam Marudut Situmorang, "Kemarin saya yang membatalkan itu waktu langsung dibuat pemilihan. Karena sekarang saya melihat SMK Negeri 8 Batam itu mengalami kemunduran. Lihat saja itu, termasuk kebersihan lingkungan sekolah."


"Menurut saya itu kepala sekolah baiknya dicopot. Karena juga sudah membuat konflik antar tokoh masyarakat. Seharusnya kepala sekolah itu merangkul semua pihak untuk kemajuan sekolah," ujarnya.


Katanya lagi, "Perlu diketahui bahwa berdirinya SMK Negeri 8 Batam itu, murni dari pengajuan LPM terdahulu berserta tokoh masyarakat sekitar. Kenapa sekarang justru tidak dilibatkan dan terkesan tidak dihargai," ujar Lam Marudut Situmorang.


Masih menurut Lam Marudut Situmorang, SMK Negeri 8 Batam merupakan satu satunya SMK Negeri di Kepri yang berbasis kesehatan. Jadi menurutnya pengurus komite disana bukan pengurus komite asal-asalan yang dibentuk dengan asal-asalan.


Ia juga menjelaskan, selama Sholekhah Nurul Bariyah, S.Pd, M.Ak, menjadi kepala sekolah di SMK Negeri 8 Batam, tidak pernah memperkenalkan diri secara langsung terhadap tokoh masyarakat sekitar.


"Selama ibu itu kepala sekolah disana, tak kenal kita dengan beliau itu. Jadi saya selaku Ketua LPM Kelurahan Sei Pelunggut, meminta Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam diganti," pungkasnya.


Perihal kisruh yang terjadi, beberapa wartawan mencoba mendatangi sekolah, Senin (4/5/26) pagi, untuk melakukan konfirmasi langsung ke Kepala Sekolah SMK Negeri 8 Batam.


Namun wartawan tidak berhasil bertemu dengan kepala sekolah SMK Negeri 8 Batam, karena sedang melakukan perjalanan dinas di Kota Tanjung Pinang.


Wakil kepala sekolah bidang humas SMK Negeri 8 Batam, ibu Wisye, dengan didampingi Pak Irfan selaku tenaga administrasi, menerima kehadiran wartawan, sembari memberikan sedikit keterangan terkait kisruh komite, di SMK Negeri 8 Batam.


"Saya selaku humas tidak bisa berbicara banyak pak, untuk klarifikasi saja pengurus komite yang lama itu bukan mengundurkan diri, tapi masa jabatannya selesai."


Ketika disinggung bahwa ketua komite yang lama itu mundur dan bukan berakhir masa jabatannya, dan baru berakhir bulan Oktober mendatang, dan masih ada pengurus lama yang siap melanjutkan, humas SMK Negeri 8 Batam meminta wartawan untuk konfirmasi langsung ke kepala sekolah.


"Sementara untuk memberikan klarifikasi banyak saya tidak bisa, berhubung ibu Kepsek sedang tidak berada ditempat. Mohon pak saya tidak bisa berkomentar banyak, nanti klarifikasi langsung sama ibu Kepsek saja," ujar humas SMK Negeri 8 Batam mengakhiri.(red)

×
Berita Terbaru Update