![]() |
| Foto: SMK Negeri 8 Batam |
BATAM, BERINDONEWS.COM - Mundurnya beberapa pengurus dan Ketua Komite SMK Negeri 8 Batam beberapa waktu lalu, menimbulkan sedikit polemik dan konflik pendapat ditengah tengah-tengah masyarakat, khusus bagi para tokoh masyarakat setempat.
Beberapa tokoh masyarakat sekitar berpendapat, bahwa pembentukan panitia pemilihan pengurus komite periode 2026 - 2029 dinilai tidak tepat dan terkesan prematur.
Pendapat ini salah satunya datang dari Saptono, SH, MH, tokoh masyarakat sekitar, yang juga sebagai salah satu inisiator berdirinya SMK Negeri 8 Batam, dan juga sekaligus mantan Ketua Komite pertama selama 2 periode di SMK Negeri 8 Batam.
Ia berpendapat pembentukan panitia pemilihan pengurus komite yang baru di SMK Negeri 8 Batam tidak memiliki dasar yang jelas. Terkait mundurnya ketua komite yang lama dan beberapa pengurus menurutnya, tidak serta merta menghapus keberadaan kepengurusan lainnya yang masih aktif.
"Kami bersama beberapa tokoh masyarakat dan RT/RW mengharapkan, tidak ada pemilihan dan tidak ada pembentukan panitia. Bapak Desmar Sihite sebagai wakil komite masih sanggup meneruskan estafet kepemimpinan sampai masa periode berakhir," tegas Saptono, SH, MH, Minggu (3/4/26) malam.
Saptono, SH, MH, berpendapat, tidak ada sesuatu hal yang bersifat urgensi yang mengharuskan dilakukan pembentukan panitia pemilihan dan pemilihan pengurus komite yang baru di SMK Negeri 8 Batam.
Menurut Saptono, SH, MH, tindakan atau keputusan yang dibuat oleh pihak sekolah ini, berpotensi menimbulkan benturan sesama tokoh masyarakat yang ada di Kelurahan Sei Pelunggut.
"Kalau begini kita seperti sedang dibenturkan olah pihak sekolah antara tokoh dengan tokoh lainnya yang ada di Kelurahan Sei Pelunggut. Kalau panitia terbentuk dibubarkan, mereka bisa saja merasa kenapa ini panitia yang sudah dibentuk tiba-tiba dibubarkan?"
"Sementara kalau opsi lain dibuat, atau panitia yang dibentuk tidak dibubarkan tetapi pemilihan diundur, bisa juga memancing kemarahan dari RT/RW dan tokoh masyarakat lainnya," ungkap Saptono.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua RW 06 Kavling Bukit Melati, Robinson Hasibuan. Ia mengaku kecewa dengan opsi pembentukan panitia pemilihan, dan akan dilakukannya pemilihan pengurus komite yang baru di SMK Negeri 8 Batam.
"Pada hari Kamis lalu kami dengan beberapa orang tokoh masyarakat beserta RT/RW, kita silaturahmi ke SMK Negeri 8 Batam. Kami sempat mempertanyakan isu pemilihan Komite di SMK Negeri 8 Batam."
"Pertama kami mempertanyakan, kenapa tokoh masyarakat dan RT/RW yang ada di Kavling Bukit Melati tidak dilibatkan dalam rencana ini. Kedua kami menolak panitia yang sudah terbentuk."
"Jangan ketika sekolah butuh peran tokoh masyarakat dan RT/RW baru dilibatkan. Seperti misalnya rencana penambahan lahan beberapa waktu lalu kita dilibatkan. Tapi dalam hal seperti ini kita tidak dilibatkan," ungkap Ketua RW 06 Bukit Melati, Robinson Hasibuan.
Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Desmar Sihite, selaku pengurus komite yang masih aktif di SMK Negeri 8 Batam. Desmar menceritakan sedikit kronologi awal, hingga timbulnya kisruh terkait kepengurusan komite di SMK Negeri 8 Batam saat ini.
"Sebelumnya memang saya ada mendapat undangan untuk pemilihan Komite di SMK Negeri 8 Batam tanggal 25 April. Saya memang waktu itu tidak menanggapi karena memang belum pernah dilakukan rapat internal pengurus Komite."
"Selanjutnya tiba-tiba sampai informasi ke saya sudah dibentuk panitia pemilihan komite yang baru. Namun setelahnya Kepala Sekolah ada telpon saya. Ibu Kepsek bilang, agar keadaan ini tidak menjadi rancu, bagaimana kalau bapak kami angkat jadi penjabat (PJ) sampai habis masa jabatan," terang Desmar Sihite.
Kata Desmar Sihite lagi, "Menanggapi permintaan ibu Kepsek saya menyetujui. Hari ini saya WhatsApp ibu Kepsek untuk mempertanyakan kelanjutan PJ yang pernah disampaikan Kepsek. Jawaban ibu Kepsek nggak jadi katanya," ucap Desmar Sihite.
Lanjut Desmar, "Dalam hal ini saya kecewa juga dengan ibu Kepsek. Karena yang menawarkan itu kan beliau. Harapan saya biarlah dihabiskan dulu masa jabatan pengurus komite yang lama."
"Sementara untuk panitia yang sudah dibentuk baiknya dibubarkan saja. Kedepannya biarkan pengurus sekarang dan pihak sekolah yang membentuk kepanitiaan pemilihan pada bulan Oktober mendatang," pungkas Desmar Sihite.
Sementara terkait adanya kisruh kepengurusan komite di SMK Negeri 5 Batam, pihak sekolah maupun Kepala Sekolah, Sholekhah Nurul Bariyah, belum dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan. (Tim)
