Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Warga Desa Tinjul Ringankan Langkah ke Masjid dan Surau

Senin | Agustus 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-25T05:03:25Z

ustad Ahmad sapuan imam masjid alkhair Desa Tinjul.
LINGGA, BERINDONEWS.COM - Dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW salah satu hari yang penting bagi umat Islam. Maulid Nabi diperingati untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus momen untuk meneladani akhlaknya.

Bahkan setiap tahunnya, Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Pada 2026, peringatan Maulid Nabi bertepatan dengan Selasa, 25 Agustus 2026, yang merupakan 12 Rabiul Awal 1448 H, Selasa (25/8/2026).

"Dikesempatan sambutan Amren Kades menginspirasi terhadap seluruh umat muslim Desa Tinjul yang begitu antusias dalam rangka peringatan Maulid Nabi sendiri tidak hanya dilakukan dalam bentuk acara seremonial. Umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai ibadah dan kegiatan positif yang mencerminkan rasa syukur serta kecintaan kepada Rasulullah SAW," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perayaan Maulid Nabi mulai dikenal secara meriah pada masa pemerintahan Islam setelah masa Nabi dan sahabat. Inti dari peringatan tersebut adalah memperkenalkan sosok Rasulullah SAW kepada setiap generasi sehingga umat Islam semakin mengenal dan mencintai beliau.

Adapun tausiah diisi oleh ustad Ahmad sapuan imam masjid alkhair Desa Tinjul menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi termasuk sunnah taqririyyah, yakni perbuatan yang tidak dilakukan Nabi secara langsung tetapi mendapat pembenaran dalam syariat.

Salah satu kisah yang kerap dijadikan rujukan adalah ketika Ka'ab bin Zuhair memuji Rasulullah SAW melalui syair. Nabi tidak melarangnya dan bahkan memberikan burdah atau selimut yang dikenakannya.

Rasulullah sendiri juga memperingati kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab: "Aku berpuasa pada hari itu karena pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."

Selain itu, terdapat dalil Al-Qur'an yang sering dijadikan dasar untuk bergembira atas karunia dan rahmat Allah SWT.

Ahmad sapuan menjelaskan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah satu hari yang penting bagi umat Islam. Maulid Nabi diperingati untuk mengenang hari kelahiran Rasulullah SAW sekaligus momen untuk meneladani akhlaknya. Di berbagai daerah, peringatan ini biasanya diisi dengan sejumlah kegiatan keagamaan. Mulai dari pengajian, pembacaan shalawat, dan Al barzanji, hingga berbagi makanan dan bersedekah.

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati tahun ini, serta apa saja amalan yang bisa dilakukan untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi sendiri tidak hanya dilakukan dalam bentuk acara seremonial. Umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai ibadah dan kegiatan positif yang mencerminkan rasa syukur serta kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Disisi lain bahwa perayaan Maulid Nabi mulai dikenal secara meriah pada masa pemerintahan Islam setelah masa Nabi dan sahabat intinya dari peringatan tersebut adalah memperkenalkan sosok Rasulullah SAW kepada setiap generasi sehingga umat Islam semakin mengenal dan mencintai beliau.

Ahmad sapuan juga menjelaskan bahwa memperingati Maulid Nabi termasuk sunnah taqririyyah, yakni perbuatan yang tidak dilakukan Nabi secara langsung tetapi mendapat pembenaran dalam syariat.

Salah satu kisah yang kerap dijadikan rujukan adalah ketika Ka'ab bin Zuhair memuji Rasulullah SAW melalui syair. Nabi tidak melarangnya dan bahkan memberikan burdah atau selimut yang dikenakannya.

Rasulullah sendiri juga memperingati kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin. Ketika ditanya alasannya, beliau menjawab: "Aku berpuasa pada hari itu karena pada hari itu aku dilahirkan, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."


Selain itu, terdapat dalil Al-Qur'an yang sering dijadikan dasar untuk bergembira atas karunia dan rahmat Allah SWT. Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya (Nabi Muhammad SAW) hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."(QS Yunus: 58). Ayat ini menjadi dasar anjuran untuk bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW. Bahkan disebutkan bahwa Abu Lahab mendapat keringanan siksa setiap hari Senin karena bergembira atas kelahiran Rasulullah.


Allah SWT juga menegaskan dalam QS Al-Anbiya' ayat 107: "Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

Dari dalil-dalil tersebut, dapat dipahami bahwa bergembira dan bersyukur atas kelahiran Nabi adalah sesuatu yang dianjurkan," tutupnya Ahmad sapuan. 


Penulis, DH.


×
Berita Terbaru Update