![]() |
| Foto: contoh salah satu jenis rokok PSG tanpa cukai yang saat ini marak di kota Batam |
Batam, Berindonews.com – Peredaran rokok tanpa cukai di kota Batam semakin tak terkendali. Salah satunya rokok merek PSG yang belakangan ini viral. Di balik peredarannya yang semakin masif, diduga ada keterlibatan aparat penegak hukum yang melakukan pembiaran hingga dugaan menerima setoran. Razia disebut hanya menyasar pelaku kecil, sementara jaringan besar tetap beroperasi leluasa. Penegakan hukum pun dinilai tidak maksimal.
Salah satu warga Batam mengatakan penjualan rokok ilegal merek PSG kini tak lagi sembunyi-sembunyi. “Sekarang penjualan Rokok PSG sudah semakin terbuka, dijual bebas di kios-kios pinggir-pinggir jalan. Beda dengan dulu yang banyak diperjualbelikan secara online,” jelasnya.
Dia menduga, peredaran rokok non cukai merk PSG itu diketahui pihak Bea Cukai, termasuk aparat. “Lemahnya pengawasan, dugaan cawe-cawe aparat, serta faktor sosial-ekonomi kerap disebut sebagai penyebab maraknya peredaran rokok non cukai merek PSG,” pungkasnya, Selasa (3/3/2026).
Selain itu, informasi yang diperoleh tim media, salah satu tokoh sentral atau tokoh politik masyarakat Kepri berinisial IS juga diduga menjadi salah satu backing peredaran rokok PSG. Keterlibatan tokoh masyarakat sebagai bagian dari mata rantai bisnis ini semakin memperparah peredaran rokok non cukai merek PSG di Kota Batam.
Untuk diketahui, Rokok non-cukai atau rokok polos adalah jenis rokok ilegal yang beredar tanpa pita cukai resmi, yang melanggar Undang-Undang No. 39 Tahun 2007 dan merugikan negara. Meskipun harganya jauh lebih murah, rokok ini ilegal, dan pelaku yang memperjualbelikan terancam sanksi pidana serta denda.
Rokok non-cukai atau rokok ilegal PSG makin diminati terutama di Kota Batam karena faktor utama harga yang jauh lebih murah dan tekanan daya beli masyarakat. Diketahui, Rokok PSG kretek harganya Rp13.000 perbungkus, kalau PSG Filter harganya Rp10.000 perbungkus. Harga yang terjangkau ini yang menyebabkan pergeseran konsumsi di mana perokok mencari alternatif lebih ekonomis (murah) di tengah kenaikan harga rokok resmi.
Harga rokok ilegal merek PSG bisa 40% hingga separuh lebih murah dibandingkan rokok legal. Hal ini terjadi karena produsen rokok ilegal tidak membayar cukai, PPN hasil tembakau, dan pajak rokok, sehingga biaya produksi jauh lebih rendah. (Tim)
