![]() |
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Auditorium Balairung Sari, Badan Pengusahaan Batam, pada pertengahan April. Kesepakatan ini menandai langkah penting dalam memastikan ketersediaan energi bagi pengembangan infrastruktur digital berskala global di wilayah tersebut.
Kepala BP Batam yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi faktor utama dalam menarik minat investor, khususnya di sektor digital. Ia menilai Batam memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan lahan, keandalan energi, serta kepastian regulasi yang saling terintegrasi.
Menurutnya, upaya mempercepat proses perizinan serta penyediaan infrastruktur pendukung terus dilakukan guna menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kehadiran proyek pusat data berskala besar ini sekaligus mempertegas posisi Batam sebagai kawasan strategis yang semakin kompetitif di tingkat regional.
Dari sisi pelaku industri, Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, menjelaskan bahwa ekspansi perusahaan ke Batam merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat jaringan infrastruktur digital di Asia. Pengembangan yang dilakukan secara bertahap di kawasan Nongsa hingga Kabil menunjukkan meningkatnya peran Batam dalam ekosistem regional perusahaan.
Ia juga menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan pengembangan konsep integrasi kawasan Singapura, Johor, dan Riau atau SIJORI sebagai jaringan pusat data lintas negara di Asia Tenggara. Dengan peningkatan kapasitas yang terus dilakukan, perusahaan menargetkan mampu menghadirkan layanan pusat data berstandar tinggi guna memenuhi kebutuhan komputasi awan dan teknologi digital yang terus berkembang di kawasan Asia Pasifik.
Secara terpisah, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan industri. Tidak hanya sebagai penyedia energi, keberadaan infrastruktur kelistrikan juga dinilai mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian, termasuk membuka peluang investasi dan lapangan kerja.
Ia menekankan bahwa sistem kelistrikan yang kuat akan menjaga keberlangsungan operasional industri sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di berbagai sektor.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk melayani kebutuhan pelanggan berskala besar seperti DayOne. Dukungan tersebut mencakup kecukupan daya, keandalan jaringan, serta kualitas layanan yang terus dijaga.
Kwin berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta memperkuat iklim investasi di Batam. Ia menegaskan komitmen PLN Batam untuk menjaga pasokan listrik tetap andal demi mendukung operasional industri secara berkelanjutan.(*)
