![]() |
| Foto: Menara pemancar (tower) dan Dapur MBG yang dibangun dilahan SMK Negeri 5 Batam, Kelurahan Sungai Pelenggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam. |
Bagaimana tidak, lahan yang semula rencanakan pembangunan fasilitas untuk kemajuan pendidikan di SMK 5 tersebut tak lagi jadi skala prioritas utama dan malah dijadikan sebagai kepentingan bisnis.
Tokoh Masyarakat Sagulung Sekretaris LPM Provinsi Saptono.,S.H.,M.H. buka suara tentang Masterplan (rencana induk) dokumen rancangan komprehensif atau rencana strategis jangka panjang di SMK Negeri 5 Batam yang telah disepakati bersama komite dan tokoh masyarakat, sekarang malah didirikan menara pemancar (tower) dan dibangun gedung dapur MBG yang cukup megah.
"Terkait adanya dibangun dapur MBG Dan Tower dilingkungan sekolah SMK Negeri 5 Batam telah menggoreskan rasa kecewa dan mencederai harapan masyarakat dalam memperjuangkan sekolah, karena harapan kami lahan tersebut dimaksimalkan untuk sarana dan prasarana untuk kemajuan pendidikan di SMK Negeri 5 Batam,"
"Kalaupun itu program presiden, dapur MBG yang lainnya membangun dapur atau menyewa gedung diluar lingkungan sekolah, tapi kenapa yang ini bisa dibangun disekolah?, sehingga timbul pertanyaan, apakah ada kedekatan pengelola atau yayasan dengan dinas pendidikan?,"
Sebagai bentuk kekecewaan nya Saptono., SH.,MH juga menjabarkan tentang beberapa Master plan sekolah SMK Negeri 5 Batam yang telah disepakati bersama secara detail.
"Luasnya lahan SMK 5 sampai hampir 5 hektar dan perlu kami sampaikan, bahwasanya ada yang belum terwujud yaitu bangunan bangunan yang direncanakan, karena SMK 5 tersebut telah memiliki Master plan,"
"Dari Master plan yang telah dibuat dari Kepala sekolah yang pertama yaitu Bapak Agus Syahrir, rencana yang telah disepakati dan belum terwujud yaitu dibangun lapangan sepak bola. Tapi lapangan tersebut sepertinya sulit diwujudkan, karena sudah dibangun Tower dan dua gedung dapur MBG,"
" Yang kedua asrama anak pulau, ini sudah diwacanakan dibangun di SMK 5, dengan tujuan bisa membantu anak pulau bisa tinggal di asrama sehingga tidak perlu bolak balik ke pulau, bisa tinggal di asrama saja,"
"Yang ketiga aula besar yang bisa menampung 1.000 atau lebih untuk kegiatan formal sekolah, dan juga bisa digunakan pemerintah pada saat mau melakukan kegiatan seperti musrembang, menyelenggarakan MTQ dan bisa juga digunakan masyarakat untuk melakukan hajat pesta baik itu pernikahan atau perkitanan," ungkap Nya.
Seharusnya kepala sekolah yang saat ini menjabat bisa meneruskan estafet harapan dan cita cita dari kepala sekolah yang pertama, dan ini pasti didukung warga dan tokoh tokoh masyarakat, karena lahan tersebut memang harus dimaksimalkan untuk kemajuan pendidikan, bukan untuk kepentingan bisnis. (Jm)
