![]() |
| Foto: Armada pengangkat sampah dinas lingkungan hidup (DLH), terlihat sedang membuang sampah di bahu jalan kawasan horizon, sei lekop, Sagulung, kota Batam. |
Puluhan lokasi penumpukan sampah di luar tempat sampah resmi terus bermunculan. Kondisi ini semakin parah karena banyak warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk sampah rumah tangga dan sisa dagangan dari pasar kaget.
Masalah sampah di bahu jalan Kota Batam semakin parah akibat berkurangnya frekuensi pengangkutan dan minimnya kesadaran warga.
Mirisnya lagi, kondisi ini diperparah oleh beberapa oknum dari pihak dinas lingkungan hidup (DLH) yang mengangkut sampah. Bukannya membawa sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA), tapi malah ikut membuang sampah ke bahu jalan.
Pantauan awak media dikawasan Horizon sungai lekop, terlihat armada pengangkut sampah dari dinas lingkungan hidup sedang membuang sampah dibahu jalan. Saat awak media bertanya, oknum tersebut tak memberikan komentar dan terus melakukan aktivitas nya (membuang sampah ke bahu jalan tersebut).
Sejumlah warga yang menyaksikan dilokasi itu juga sangat menyayangkan sikap yang dilakukan oleh oknum tersebut.
“Bagaimana Kota Batam bisa bersih kalau sampah dibiarkan menumpuk seperti ini, apalagi pihak pemerintah, bukannya memberikan contoh yang baik, malah mempertontonkan hal seperti ini,” ujar warga yang melintas di lokasi.
Anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam untuk tahun 2026 menembus angka Rp200 miliar, dengan fokus utama dialokasikan untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah seolah tak cukup untuk menangani masalah persampahan di kota Batam.
Pembelian armada baru, hingga operasional petugas kebersihan diharapkan bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kebersihan kota Batam, bukan seolah-olah hanya untuk dijadikan koleksi di area dinas lingkungan hidup.(Jm)
