Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pasokan Air Terhambat Warga Sungai Lekop Ancam Lakukan Unjuk Rasa ke ABH Dan Spam Batam.

Senin | Juli 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-27T16:27:58Z
Foto: Warga Sungai Lekop yang terdiri RW 11, RW 3 dan RW 8 yang berkumpul dan merencanakan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor ABH, Senin (27/7/2026).
BATAM, BERINDONEWS.COM - Ratusan warga Sungai Lekop yang terdiri RW 11, RW 3 dan RW 8 mulai resah dikarenakan dalam beberapa minggu ini pasokan air tangki yang dijanjikan kepada masyarakat selalu macet.


Warga yang mengalami tidak teraliri air kurang daya baru dari ABH sudah berkumpul di satu titik untuk melakukan persiapan unjuk rasa ke kantor ABH. Namun hal ini bisa ditenangkan sementara oleh babinkamtibmas kelurahan Sungai Lekop.


Ibu-ibu yang semula sudah berkumpul dengan membawa ember dan galon air mengungkapkan kekecewaan nya karena pasokan air yang dijanjikan dari hari ke hari semangkin kurang.


Selain mengalami pengurangan pasokan air, warga juga kecewa karena waktu pengantaran suplai air juga tidak menentu.


"Bayangkan Pak kami harus menunggu sampai tengah malam, itupun kadang tidak mencukupi. Bahkan kadang tempat air yang sudah kami sediakan tidak di isi hanya karena kami tidak ditempat. Sering kali saat tangki air datang kami sedang berkerja Pak, bukan cuma ini saja urusan kami," ujar seorang warga.


Hal ini cepat ditindaklanjuti oleh kapolsek sagulung Iptu Husnul Apkar., SH., MH. Dengan mendatangi langsung ke lokasi dan mengundang RT dan RW, serta LPM kelurahan Sungai Lekop.


Dalam pertemuan tersebut kapolsek menghimbau warga agar dapat menahan diri. Kapolsek sagulung juga langsung menyampaikan keluhan warga kepada pihak ABH yang akhirnya dijanjikan oleh pihak ABH besok dan seterusnya akan mengirimkan sebanyak 4 mobil tangki dengan setiap mobil sebanyak 5 kali pengisian suplai air ke warga yang terdampak.


Namun hal tersebut masih dianggap masih belum memenuhi kebutuhan warga, karena sudah dikalkulasikan, satu armada tangki air setidak-tidak 6 kali penyuplaian perhari.

Adapun beberapa keluhan yang disampaikan warga sebagai berikut:

1.Meminta pengantaran air dimulai dari pagi hari dan maksimal selesai penyumplaian jam 4 sore.

2.Meminta setiap supir mobil tangki di dampingi kernet (kondektur).

3. Meminta pasokan tersebut setiap hari sepanjang air belum mengalir.

4. Meminta agar tidak ada lagi sopir berdalih kehabisan minyak atau alasan lainnya.

5. Setiap satu pengiriman dibuatkan nota atau tiket.


Salah satu tokoh masyarakat EL mengatakan, "kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek yang sudah memediasi permasalahan secara langsung da menjembatani permasalahan kami" 


"Namun jika kedepannya permasalahan pasokan air ini masih terulang kembali, maka mohon maaf kepada semua pihak kami akan mendatangi ABH/SPAM Batam. Kami juga sudah capek setiap hari gelisah menunggu mobil tangki, bahkan tidak jarang yang datang cuma tandon dan terkadang sampai tengah malam," ucapnya. (Jm)


×
Berita Terbaru Update